|
Modal Aktivis, Fokus ke Ibu-Ibu atau Jaringan Buruh |
|
|
|
|
Written by Roni
|
|
Tuesday, 10 February 2009 09:08 |
|
Selasa, 13 Januari 2009 10:28 Strategi Caleg ‘’Melawan’’ Putusan MK (2-habis) Banyak calon legislatif (caleg) yang melirik metode kampanye lain. Mereka tak lagi mengandalkan cara konvensional seperti menyebar spanduk, poster, baliho yang butuh dana besar. Mereka yakin pemilih makin cerdas dan menentukan pilihan berdasar rekam jejak (track record) caleg. |
|
Read more...
|
|
Written by Roni
|
|
Wednesday, 11 October 2006 22:13 |
|
Salam Hormat dan Sejahtera, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ketika Partai Amanah lahir sepuluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 1998, saya sedang melanjutkan sekolah saya di Belanda. Masa itu adalah masa-masa buruk bagi perekonomian kita. Banyak sekali masyarakat kita yang harus kehilangan pekerjaan padahal harga-harga kebutuhan hidup naik dengan drastis. Banyak dari kami yang tidak bisa makan dengan nyaman karena mengingat nasib jutaan saudara se Tanah Air yang kesulitan makan, Bayangkan, pada saat itu harga telur dan susu di Indonesia sama harganya dengan di Belanda, padahal jelas pendapatan orang di Belanda berpuluh kali lipat dari pendapatan rata-rata orang Indonesia. |
|
Last Updated ( Friday, 12 December 2008 23:32 )
|
|
Read more...
|
|
|
Kesehatan Reproduksi sebagai Isu Keamanan Nasional |
|
|
|
|
Written by Roni
|
|
Monday, 13 October 2008 09:00 |
|
Jakarta, Kompas Oleh: Maria Hartiningsih dan Ninuk M Pambudy Ancaman keamanan paling serius pada suatu negara bukanlah serangan dari luar yang membutuhkan tanggapan militer (traditional security threat), tetapi segala sesuatu yang setiap saat berpotensi mengancam kehidupan secara fisik maupun psikologis (nontradisional security threat). Salah satunya kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi. |
|
Read more...
|
|
Perspektif tentang Difabilitas dan Dampaknya bagi Seksualitas Difabel |
|
|
|
|
Written by Roni
|
|
Tuesday, 14 October 2008 03:08 |
|
Oleh: Triningtyasasih (Rifka Annisa WCC) dan Wahyu Harjanto (CRS) Di Indonesia, isu diffable sangat menarik dan menantang. Hal ini merujuk pada pengertian bahwa isu seputar diffable masih sangat jarang dibicarakan secara serius dikalangan umum. Meskipun ada pembicaraan ditingkat awam, namun pada umumnya masih menempatkan masalah difable dalam konteks yang sangat konvensional (dangkal dan sempit). Isu diffable oleh banyak pihak sering dilihat dan diposisikan sebagai obyek studi dan kerja ad-hock. Sebagai implikasinya, analisis yang ada belum mampu untuk menjelaskan aspek-aspek penting dan berbagai masalah yang berkaitan dengan diffable.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 14 October 2008 03:21 )
|
|
Read more...
|
|
|
Kekerasan Sering Dianggap Lumrah |
|
|
|
|
Written by Roni
|
|
Thursday, 12 October 2006 10:00 |
|
SEMARANG- Kekerasan simbolik memberi ekses yang luar biasa terhadap perempuan. Kekerasan tersebut tidak terasakan karena dianggap sudah menjadi kasus yang lumrah. ''Itulah bentuk dokma atau sesuatu yang tak perlu dipertanyakan lagi, sehingga kekerasan simbolik nyaris menjadi komoditi yang lumrah,'' tutur Dr Aris Arief Hidayat, staf pengajar Fakultas Antropologi UGM, Senin (26/5), di Hotel Santika, Semarang. |
|
Last Updated ( Monday, 13 October 2008 08:57 )
|
|
Read more...
|
|
|